Jakarta, 13 Oktober 2021 – Bertambah lagi ruang kreatif publik di Jakarta Pusat. Gedung Filateli Jakarta selama ini dikenal sebagai bagian dari sejarah masa hindia-belanda yang terasa kuno dan tidak menarik pengunjung, namun berhasil diubah menjadi ruang kreatif yang menarik muda-mudi untuk nongkrong.

Proses peremajaan dan renovasi yang dilakukan selama tiga bulan berhasil merubah “wajah” baru gedung milik PT Pos Indonesia lebih muda dan bergairah. Kesan kuno dan jadul ini akhirnya hilang setelah proyek cipta ruang kerja antara PT Pos Indonesia bersinergi dengan PT Ruang Kreatif Pos.

Mengusung tema “Arts, Culture, Entertainment in a Heritage Place” ruang kreatif publik Pos Bloc Jakarta resmi dibuka pada hari Minggu (10/10). Hadir juga Menteri Badan Usaha Milik Negara, Erick Thohir bersama Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero), Faizal Rochmad Djoemadi, Direktur Utama PT Pos Properti Indonesia Handriani Tjatur Setijowati dan CEO Pos Bloc Jakarta Jimmy Saputro.

Erick Thohir menyambut gembira program ini, karena melihat sebelumnya banyak dari aset dan properti bagian dari sejarah di rasa tidak dimaksimalkan.

“PT Pos Indonesia jangan hanya menjadi bagian dari sejarah masa lalu. Karena saat ini sudah era disrupsi yang ditandai oleh digitalisasi dan era milenial, maka Pos harus friendly pada generasi muda. Jangan lagi properti dijual-jual sehingga sejarah hilang dimakan zaman hanya karena pertimbangan ekonomi. Tetapi bagaimana properti justru bisa meningkatkan value Pos Indonesia sebagaimana Pos Bloc ini,” menurut Erick Thohir saat memberikan sambutan.

Setelah sukses menciptakan ruang kreatif publik seperti M Bloc Space di Jakarta Selatan serta JNM Bloc di Yogyakarta, PT Ruang Kreatif Pos sebagai salah satu anak perusahaan grup usaha Radar Ruang Riang merasa terhormat dan optimis dengan adanya Pos Bloc Jakarta ini.

“Kami menyambut gembira sekaligus merasa terhormat dapat berkolaborasi dengan PT Pos Indonesia dalam mengalihfungsikan serta mengelola aset negara yang sangat bersejarah ini menjadi ruang kreatif publik yang berjiwa kekinian namun tidak meninggalkan identitas awalnya. Semoga Pos Bloc Jakarta dapat menjadi game changer untuk menghidupkan kembali dinamika kreatif di sekitar kawasan Pasar Baru serta berdampak bagus bagi lingkungan di sekitarnya,” Jelas Jimmy Saputro, CEO Pos Bloc Jakarta.

Pembukaan ini baru awal bagi rencana besar Pos Bloc untuk ruang kreatif yang lebih maksimal. Tahap pertama pembukaan Pos Bloc memiliki 2.400 meter persegi dan mendapatkan rata-rata pengunjung sebanyak 2.000 orang per hari semenjak kick star awal pada 27 September 2021 lalu.

“Dengan Sepirit of Pos Bloc yaitu perubahan dan kebanggaan, kamu optimis transformasi Pos Indonesia akan membawa Pos Indonesia menuju masa depan yang lebih baik. Yaitu Pos Indonesia semakin dekat dengan para muda milenial sebagai segmen pasar potensial” jelas Faizal Rochmad Djoemadi, Direktur Utama PT Pos Indonesia.

Rencana besar PT Pos Properti Indonesia (PPI) rasanya belum berhenti sampai di sini. Pos Bloc Surabaya dan Bandung sepertinya akan segera hadir dalam waktu dekat untuk memperluas jangkauan. Handirani sebagai dirut memaparkan “ Untuk pengelolaan Pos Bloc akan memakai model revenue sharing alias bagi hasil. Melihat keberhasilan sebelumnya, saya optimis kerjasama ini akan menuai kesuksesan,” jelasnya.

Sajian yang terdapat tidak hanya interior bersejarah dari gedung ini saja. Dengan adanya pembaruan dan misi lebih kekinian, Pos bloc menghadirkan beragam tenant yang bisa coba sebagai teman nongkrong. Terdapat Mini M Bloc Market, Twalen, Coldheart, Canggu Bakehouse, Filosofi Kopi, Bakmi Sedjuk, Damn! I Love Indonesia, Huma Ide, Via Bata Via, Roti Bakar Kemang, Communion, Nastar by Ritz, Solvo, Jamune, Panama, Heiya, Esteboo, Pos Bloc X dan pastinya Pos Indonesia.

Untuk MeeBro & MeeSist yang penasaran dan ingin segera berkunjung ke Pos Bloc Jakarta kalian bisa datang setiap hari kerja mulai pukul 10:00 sampai 21:00 WIB dan pada akhir pekan kalian bisa datang mulai dari 07:00 sampai 21.00 WIB. Tentunya dengan mematuhi protokol kesehatan selama masa pandemi, yah.