Sebagai salah satu sektor penting, Hospitality Industry banyak di naungi asosiasi asosiasi yang bersangkutan demi terciptanya tujuan lingkungan yang harmonis antara tamu dan tuan rumah. Berikut 7 asosiasi yang ada di sektor pariwisata dan perhotelan.

  1. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) adalah organisasi perhotelan dan restoran di Indonesia, juga dikenal sebagai Indonesian Hotel & Restaurant Association (IHRA), adalah asosiasi non-profit dari pemilik hotel dan restoran serta para profesional yang memfokuskan kegiatannya untuk pengembangan dan pertumbuhan sektor-sektor penting industri pariwisata di Indonesia.
  2. Asosiasi Pengusaha Pariwisata Indonesia
    merupakan wadah pengusaha dan praktisi yang bergerak dalam bidang jasa pariwasata di Indonesia. Ada banyak Asosiasi di Indonesia yang mewadahai beragam aktivitas wisata seperti Asosiasi Pariwisata Alam Indonesia yang di singkat APAI dan Asosiasi Wisata Alam dan Margasatwa (WISATWARI) yang mewadahi kegiatan pariwisata Alam dan Margasatwa, Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia atau lebih populer dengan singkatan PHRI adalah asosiasi yang mewadahi perhotelan dan restoran, ASITA yang kepanjangannya Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies dan banyak lagi asosiasi – asosiasi yang mewadahi aktifitas pariwisata di Indonesia.
  3. Asosiasi Pengusaha Pariwisata Indonesia yang cukup populer adalah ASITA yang di diluncurkan di Jakarta pada 7 Januari 1971, asosiasi wisata ini diakui secara hukum aliansi non-profit dari wirausaha perjalanan Indonesia, beroperasi di bawah Undang-undang RI Nomor 9/1990 tentang Pariwisata, artikel-artikel dibawah ini banyak mengupas tuntas tentang Asosiasi wisata di Indonesia.

    TUJUAN : Wisata Ramah adalah bentuk pariwisata yang menitik beratkan pada kelestarian alam, keberlanjutan lingkungan dan Kebaikan yang berkesinambungan terhadap masyarakat di sekitar Obyek dengan Daya Tarik Wisata, serta menyangkut  pada aktivitas wisata alternatif. Dimiliki dan dilakukan oleh masyarakat sebagai pemilik kearifan lokal, pemilik lingkungan dan keindahan alam, pemilik sosial budaya dan keramah tamahan, guna memenuhi sensasi dan minat terdalam wisatawan dalam aktivitas pariwisata.”
  4. Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) merupakan asosiasi profesi General Manager (GM) dan Hotel Manager (HM) se Indonesia.

    TUJUAN : Sebagai wadah komunikasi para pimpinan tertinggi disebuah hotel di Indonesia yang mandiri dan berintegritas untuk meningkatkan profesionalitas berdharma-bhakti sesuai dengan profesi dan keahlian masing-masing, menjadi tuan rumah di negri sendiri dan daya saing dipasar global.
  5. Indonesia Hotel General Manager (IHGM) merupakan salah satu organisasi non profit yang dirintis oleh para GM pelaku pariwisata dibidang perhotelan terutama di Yogyakarta.

    TUJUAN : memberdayakan serta meningkatkan profesionalisme SDM hotel yang ada di seluruh Indonesia
  6. Hotel Information Technology Association Indonesia (HITA-ID) adalah salah satu asosiasi hotel dalam bidang informasi teknologi. HITA-ID resmi dibentuk pada 5 juni 2015.

    TUJUAN : Sebagai organisasi profesional di bidang informasi dan komunikasi perhotelan berstandar internasional
  7. Asosiasi Ahli Teknik Hotel Seluruh Indonesia (ASATHI) didirikan pada 7 Desember 1997, dengan tujuan untuk mempersatukan tenaga ahli seprofesi dan mengembangkan keahlian secara umum bagi peningkatan kualitas dan ketrampilan para ahli teknik di sektor hospitality industri baik hotel, pusat perbelanjaan, gedung komersil, apartemen dan rumah sakit di seluruh Indonesia.

    TUJUAN : Menjadi wadah untuk bersama-sama mengembangkan keterampilan tehnik dan dedikasi para anggota yang bekerja di Hospilatlity Industri dan Building Service Engineering