Pernahkah kamu merasa lelah yang berkepanjangan di tempat kerja? Atau kamu merasa tidak punya semangat saat bekerja? Jangan menganggap hak tersebut sepele, karena gejala seperti itu bisa saja tanda-tanda kamu mengalami Burnout Syndrome.

Apa itu Burnout Syndrome?
Merupakan istilah psikologis yang digunakan untuk menunjukkan keadaan kelelahan bekerja. Memang gejala Burnout Syndrome sering disamakan dengan istilah capek bekerja atau stres, namun sebenarnya melebihi dari itu.

Konselor dunia kerja di Barat, Leatz dan Stolar, Burnout Syndrome didefinisikan sebagai kondisi dimana individu mengalami kelelahan fisik, sinisme (depersonalization), kelelahan mental, berkurangnya kemampuan untuk menyelesaikan masalah (reduced personal accomplishment) dan kelelahan emosional (emotional exhausted) yang terjadi karena stres diderita dalam jangka waktu yang cukup lama di dalam situasi yang menuntut keterlibatan emosional yang tinggi, burnout juga merupakan sebuah penyakit melainkan hasil dari sebuah reaksi sebagai akibat dari harapan dan tujuan yang tidak realistis dengan perubahan (situasi) yang ada.

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi seseorang menderita Burnout Syndrome, yaitu:

1. Beban kerja
Beban kerja merupakan suatu perasaan yang dialami oleh seseorang karena merasa diluar kemampuan pekerja untuk melakukan pekerjaanya. Biasanya ia menganggap bahwa setiap tanggung jawab yang diberikan merupakan suatu beban kerja baginya.

2. Terkait imbalan (reward)
Atasan yang tidak pernah mengapresiasi dan tidak pernah memberikan reward terhadap karyawan yang telah mencapai goalnya, dapat membuat karyawan tersebut menderita Burnout Syndrome. Karyawan ini akan merasa putus asa dalam bekerja. Untuk kedepannya, ia akan enggan mengerjakan pekerjaan yang diberikan kepadanya.

3. Terasing dari komunitas
Seseorang yang terisolasi dari para koleganya di kantor juga dapat menyebabkan Burnout Syndrome. Karena ia merasa sendiri dan tidak ada yang mau bersosialisasi dengannya. Hal tersebut menyebabkan ia menjadi murung dan tidak berani untuk memulai obrolan dengan rekan kerjanya.

4. Tidak adanya keadilan
Seseorang yang diperlakukan tidak adil ia akan merasa sedih dan putus asa. Contoh dari ketidakadilan disini adalah mengenai insentif atau komisi, misalnya ada beberapa tim yang diberikan komisi oleh atasan, namun sisanya tidak diberikan komisi atas pekerjaan yang telah ia lakukan.

Setelah kita mempelajari mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi seseorang menderita Burnout Syndrome , yuk sekarang kita kenali tanda seseorang mengalami Burnout Syndrome !

1. Kelelahan yang berkepanjangan
Tanda kamu mengalami Burnout Syndrome yang pertama ialah kelelahan yang berkepanjangan. Kamu merasa sangat lelah ketika bekerja. Bahkan ketika kamu sudah istirahat pun kamu masih merasa kelelahan. Kelelahan ini dapat berujung kepada pelampiasan yang buruk seperti meminum minuman beralkohol.

2. Tidak mempunyai semangat untuk bekerja
Selain kelelahan yang berkepanjangan, kamu juga merasa tidak mempunyai semangat untuk bekerja setiap hari. kamu merasa tidak antusias ketika ingin berangkat kerja. Padahal, dalam bekerja kamu butuh semangat yang tinggi untuk mengawali hari.

3. Mudah kehilangan kesabaran
Seseorang yang mengalami Burnout Syndrome akan mudah kehilangan kesabaran. Ia cenderung akan lebih mudah tidak terkontrol emosinya.

4. Merasa tidak punya harapan
Seseorang yang mengalami Burnout Syndrome akan merasa tidak punya harapan walaupun ia sudah bekerja dari pagi hingga malam. Ia bahkan tidak tahu apa yang harus ia lakukan.

5. Merasa malas berdiskusi dengan kolega
Merasa malas berdiskusi dengan kolega merupakan salah satu faktor seseorang mengalami Burnout Syndrome. Selain malas, ia juga merasa takut jika diajak berdiskusi dengan kolega nya.

6. Tidak peduli dengan diri sendiri
Ketika seseorang terkena Burnout Syndrome, beberapa orang memilih untuk menjalani pola hidup yang tidak sehat, seperti terlalu banyak mengkonsumsi alkohol, merokok, mengkonsumsi junk food dalam jumlah yang berlebih atau bahkan kurang tidur.

Biasanya untuk mengatasi masalah tersebut, kami lebih memilih menelan pil tidur atau meneguk terlalu banyak kopi untuk menjaga energi. Pola hidup seperti ini bisa membuat beberapa organ tubuh, seperti liver, akan rusak dalam waktu singkat.

Ketika kamu sudah merasa bahwa kamu mengalami Burnout Syndrome cobalah untuk memperhatikan diri kamu lebih dalam lagi. Ajaklah dirimu untuk beristirahat atau merubah pola hidup menjadi lebih sehat. Mau tau bagaimana mengatasi Burnout Syndrome ? Yuk simak ulasan di bawah ini!

Pertama, olahraga. Hal yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi Burnout Syndrome adalah dengan cara berolahraga. Kamu bisa melakukan olahraga ringan sebelum kamu berangkat kerja. Dengan berolahraga kamu akan menjadi bersemangat dan tubuh kamu akan terasa bugar. Contoh olahraga ringan dipagi hari ialah lari, push up, sit up. Percayalah suasana hati kamu akan terasa lebih membaik.

Kedua, mengkonsumsi makanan yang sehat. Selain berolahraga, kamu bisa mengkonsumsi makanan yang sehat. Jangan hanya junk food saja yang kamu konsumsi. Kamu bisa menggantinya dengan makanan sehat seperti, sayur-sayuran, buah-buahan, makanan yang kaya akan protein. Dengan begitu, tubuh kamu akan menerima asupan yang bergizi dan kamu akan menjadi bersemangat.

Ketiga, tidur yang cukup. Kamu juga perlu memperhatikan jam tidurmu. Tidur yang baik adalah 8 jam sehari. Jika tidurmu kurang dari itu, tubuhmu akan merasa lemas dan letih. Selain itu, kurang tidur akan membuat mata kantung kamu menjadi besar dan timbul lingkaran hitam di sekitar mata.

Keempat, mencari sisi positif pekerjaan. Semenyebalkan apapun pekerjaan kamu, cobalah untuk menerima dan fokus kepada hal yang kamu sukai. Misalkan saja, meski pekerjaan yang diberikan itu menyulitkan, namun kamu merasa bahagia melihat orang dari departemen lain terbantu karena kamu mengerjakan tugas yang diberikan. Bahkan, hal sesederhana teman-teman kerja yang menyenangkan di tengah buruknya lingkungan kerja dan pekerjaan bisa menjadi hal yang positif.

Kelima, berteman dengan kolega. Terkadang, pekerjaan sehari-hari dapat berkurang karena teman-teman di lingkungan kerja. Itu sebabnya, penting juga untuk membangun hubungan yang erat dengan sesama rekan kerja. Berteman dengan rekan kerja akan memudahkan kamu untuk memulai obrolan dan bercanda satu sama lain. Hal tersebut dapat membantu kamu mengurangi stres agar kamu tidak terlanjur terjebak pada burnout syndrome.

Keenam, berlibur. Ketika weekend, sempatkanlah diri kamu untuk berlibur. Carilah tempat yang kamu sukai. Jika perlu ajaklah teman atau keluarga agar kamu tidak merasa sendirian. Berlibur akan membuat merefresh otak kamu sejenak. Berlibur juga membuat suasana hati kamu menjadi senang dan gembira.

Jika kamu malas bepergian jauh, kamu bisa memilih tempat berlibur yang jaraknya dekat dengan rumah kamu serta yang mudah diakses.Intinya, untuk mencegah Burnout Syndrome, kamu harus belajar mengenali sinyal stres pada diri kamu dan bagaimana seharusnya kamu menyikapinya. yang mengetahui apa yang terjadi adalah diri kamu sendiri, jadi janganlah cuek terhadap apa yang terjadi pada diri kamu sendiri dan berusahalah untuk memperhatikan diri kamu.

Jika kamu ingin mengetahui lebih banyak tentang kiat-kiat sukses berkarier, silahkan kunjungi Instagram @meenistryid atau facebook Meenistry.