Tahun 2020 bisa dikatakan tahun titik balik berbagai aspek kehidupan. Awal tahun, kita menghadapi pandemi yang tak berkesudahan, virus bertebaran, akhirnya dunia memilih lock-down sebagai satu-satunya pilihan. Sekarang kita memasuki gaya kehidupan new normal yang butuh penyesuaian.

New normal berarti kembali seperti biasa tapi tidak seperti sedia kala. Begitu juga dalam dunia kerja, segalanya berubah, mulai dari kebiasaan bersalaman berganti sekadar bertegur sapa sampai pekerjaan di kantor sedikit banyak akan berkurang karena melihat efektivitas dari WFH.

Veronica Adesla, psikolog klinis Personal Growth mengatakan pentingnya adaptasi akan kebiasaan baru atau new normal dalam dunia kerja, berikut 5 Tips yang dapat kamu ikuti untuk beradaptasi dalam dunia kerja.

  1. Setiap orang dituntut untuk memiliki skill menggunakan teknologi.
    berkaca dari Work From Home (WFH) skills yang satu ini sangat penting untuk dimiliki semua orang. Misalnya, saat menggunakan platform video conference, membiasakan diri meeting online, hingga mengikuti webinar. Mungkin new normal merupakan gerbang menuju modern life yang lebih dalam, oleh karena itu kita mesti bisa dalam menggunakan teknologi bahkan tak hanya bisa tapi harus pandai dalam mengoperasikannya ya Meesist/Meebro!
  2. Skill presentasi secara online.
    Mungkin kita terbiasa dengan public speaking atau berbicara di depan umum, bagaimana dengan berbicara di depan perangkat yang terhubung dengan peserta meeting lainnya? terdengar seperti hal yang sama namun dengan euforia yang berbeda, karena penyampaian kita akan sangat berpengaruh dengan jaringan internet dan masalah teknis lainnya. Ingat ya Meesist/Meebro kita harus mengantisipasi hal tersebut dan jangan hanya bergantung jaringan internet dan lain sebagainya.
  3. Manajemen diri.
    Seperti yang sudah disinggung tadi, WFH membuat beberapa kantor atau khususnya di berbagai industri merasa lebih efektif dengan memperkerjakan karyawannya di rumah. Oleh karena itu Meesist/Meebro jika kamu termasuk dari orang yang hidup di industri seperti ini kamu harus bisa pandai-pandai memanajemen diri, waktu, dan termasuk kesabaran, dalam artian walaupun dari rumah kamu harus memposisikan dirimu seperti di kantor agar diri tidak terjebak dengan rasa malas yang bergelantungan di pintu kamar-mu.
  4. Berpikiran kreatif dan terbuka.
    Dampak yang diberikan akibat pandemi yang berkepanjangan ini adalah terjun bebasnya grafik perekonomian dunia yang memaksa segala hal bersifat konvensional di tinggalkan. Hal ini harus kita tanggapi dengan menciptakan inovasi-inovasi baru agar orang tertarik dengan apa yang kita buat. Berpikiran kreatif dan terbuka sangat membantu kita dalam segala kondisi lho Meesist/Meebro.
  5. Meningkatkan daya resiliensi diri.
    Resiliensi adalah kemampuan untuk beradaptasi dan tetap teguh dalam situasi sulit, resiliensi di bangun oleh 7 kemampuan, regulasi emosi, pengendalian impuls, optimisme, empati, analisis penyebab masalah, efikasi diri, dan peningkatan aspek positif. Nah dari 7 faktor itu kita setidaknya mengasah kemampuan seperti optimisme, analisis penyebab masalah, dan peningkatan aspek positif untuk bisa bertahan dan menang di situasi seperti sekarang ini.