Dua belas jam lebih bekerja akan terasa sangat berat bagi orang-orang yang tidak terbiasa. Rasanya ingin cepat-cepat pulang ke rumah dan beristirahat. Tapi, ada sebagian orang yang tidak masalah dengan hal tersebut. Mereka akan bekerja dengan jam panjang tanpa merasa keberatan atau lelah. Orang-orang seperti itu bisa dinamakan dengan Workaholic.

Seorang Workaholic ini, bahkan seringkali melakukan pekerjaan kantor di rumah dan di mana saja. Menurut studi-studi terdahulu, workaholic memiliki definisi yang berbeda-beda. Ada yang mengartikan workaholic sebagai orang yang bekerja berlebihan sampai menimbulkan gangguan fisik, mental, dan fungsi sosial. Bahkan, menurut Barbara Klinger, penulis buku Workaholic: The Respectable Addict (1991). Orang workaholic tak ubahnya dengan orang yang cacat secara emosional. Mereka seperti hidup dalam roda putar hamster saat bekerja.

Menurut beberapa penelitian di dunia, faktor yang melatar belakangi seseorang menjadi workaholic adalah dorongan besar untuk memiliki kuasa dan kontrol, serta pengakuan dan persetujuan publik atas kesuksesan orang tersebut.

Nah apakah kamu termasuk workaholic? Ketahui dulu tanda-tandanya sebagai berikut yuk!

Tidak adanya batasan antara kewajiban dan hobi
Normalnya seseorang adalah ketika mempunyai waktu senggang atau sudah menyelesaikan kewajiban pekerjaan, akan mencari aktivitas lain yang bermanfaat untuk menyegarkan kembali pikiran dan staminanya seperti olahraga, menonton film, atau hanya berbaring mengistirahatkan tubuh. Tapi berbeda dengan workaholic, mereka malah melakukan bekerja kembali. Hal ini menjadikan tidak adanya ada batasan antara kewajiban dan hobi.

Pekerjaan Bukan Menjadi Kewajiban Melainkan Obesesi
Obsesi terhadap pekerjaan itu, bisa menyita waktumu untuk melakukan hal-hal lain, seperti waktu istirahat yang malah diisi terus-terusan dengan menyelesaikan tugas-tugas kantor.

Menurut beberapa artikel, seseorang workaholic akan merasa bersalah besar jika pekerjaannya belum terselesaikan.

Bagi workaholic bekerja adalah sebuah keharusan walaupun tidak pada waktunya.

Jadi kurang peka dengan sekitar
Manusia itu pada dasarnya adalah makhluk sosial yang saling berinteraksi satu sama lain. Jika seseorang memasuki fase di mana tidak memperdulikan keadaan sekitar yang penting seperti keluarga dan diri sendiri dengan alasan sibuk bekerja, maka bisa dikategorikan workaholic yang sudah akut.

Bekerja untuk pembuktian
Mungkin di masa lalu kamu sering diremehkan oleh orang di sekitar, sehingga membuat kamu berpikir untuk membuktikan sesuatu kepada mereka. Kamu ingin membuktikan bahwa kamu bisa lebih sukses atau pencapaian lainnya yang berhubungan dengan materi serta karirmu.

Dengan latar belakang seperti itu, kemudian kamu bekerja berlebihan hingga lupa banyak hal. Solusi dari hal ini sebaiknya adalah dengan membenahi terlebih dahulu hubungan dengan orang sekitar, bukan mengubahmu menjadi workaholic.

Workaholic ini dapat membawa dampak buruk untuk orang-orang yang mengalaminya. Salah satu contohnya adalah gangguan pada kesehatan mental. Berdasarkan sebuah penelitian dari Norwegia yang diikuti 16.426 pekerja, dan hasilnya mereka menemukan hubungan antara workaholic dengan beberapa gangguan mental seperti gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktif (ADHD), gangguan obesif-kompulsif (OCD), ansietas (kecemasan), dan depresi.

Bagaimana, apakah dari 4 tanda-tanda di atas kamu mengalami salah satunya? atau semuanya saat ini sedang kamu alami?

Jika iya, maka sebaiknya kamu harus segera mengatasinya. Segera konsultasikan dengan orang yang ahli seperti psikiater yang bisa menghentikan kebiasaan tersebut.

Selain itu juga, kamu butuh bicara dengan orang-orang terdekatmu untuk meringankan beban mental yang kamu tanggung.