Dalam sehari, paling tidak ada 8 jam yang kita habiskan di kantor yang artinya dalam seminggu total 40 jam. Dalam kurun waktu itu pasti secara tidak sadar kita melakukan hal yang kurang lebih sama yang akhirnya menjadi kebiasaan. Seperti mencetak laporan, menggunakan komputer, dan lain sebagainya. Nah, secara tidak sadar, kebiasaan-kebiasaan kita itu membuat kita berkontribusi dalam menambah pencemaran lingkungan.

Gak Percaya? Coba ingat-ingat berapa jam kamu memakai listrik untuk menyalakan komputer (bahkan gak sedikit dari kamu yang sering lupa mematikan monitor, yang akhirnya memakan daya listrik) Atau, dalam seminggu ada berapa kertas yang kamu print ataupun photocopy? Bayangkan jika kamu bisa mengubah kebiasaan-kebiasaan itu menjadi lebih ramah lingkungan, berapa banyak kertas dan berapa banyak daya listrik yang bisa kamu hemat?

Nah, yuk mulai dari sekarang kebiasaan-kebiasaan baru di kantor yang bisa bikin lingkungan jadi lebih friendly:

  1. Go Paperless!
    Hari gini masih dikit-dikit nge print? Coba deh saat membuat laporan sebelum rapat, kamu kirim saja ke email masing-masing peserta meeting dan bahas agenda rapat dengan melihat hasil soft copy yang kamu bikin. Notulen nya pun juga kamu update via email, atau biasakan para peserta rapat untuk mencatat. Gak apa-apa sih menggunakan kertas sesekali untuk hal-hal penting seperti membuat kontrak kerja.
  2. Gunakan Kain Microfiber daripada Tisu
    Penggunaan tisu dalam kehidupan sehari-hari rasanya sulit ya untuk dikontrol. Tapi kamu bisa mulai mengurangi penggunaan tisu dan menggantinya dengan kain pembersih microfiber yang dapat dipakai ulang dan berguna untuk membersihkan meja dari debu dan tumpahan air, dan lain-lain.
  3. Aktifkan Mode Hibernasi Pada Komputer Kerja
    Saat mau pergi meeting, makan siang, atau sekedar main-main ke meja teman sekantor, pastikan komputer kamu dalam mode hibernasi. Gunanya adalah untuk saat komputer tidak dipakai selama beberapa menit, maka komputer akan mati secara otomatis, tanpa menutup file-file kamu yang sedang dibuka.