Wawancara kerja adalah suatu jenis tahapan dalam seleksi kerja yang melibatkan percakapan antara pelamar atau pencari kerja dengan pihak perwakilan dari perusahaan yang mempekerjakan untuk melihat, apakah calon pekerja merupakan kandidat yang tepat atau tidak. Wawancara kerja merupakan salah satu tahapan yang cukup menantang dan rumit. Karena di tahapan ini, sang pewawancara bisa melihat jelas kepribadian dan bagaimana cara seseorang mempresentasikan dirinya.

Tahapan ini juga krusial karena akan memperlihatkan siapa dirimu sebagai calon karyawan di mata perusahaan. Karena itu, persiapkan diri sebaik-baiknya menjelang wawancara. Nah salah satu persiapan terbaik adalah dengan memahami jenis dan tipe pertanyaan yang paling sering diajukan dalam wawancara. Tak hanya memahami pertanyaan, tetapi kamu juga harus mempersiapkan jawabannya dengan baik.

Yuk simak ulasan di bawah ini!

“Ceritakan diri anda secara singkat”
Meski terkesan sederhana dan simpel, pertanyaan ini sangat penting loh. Kuncinya adalah jangan sampai kamu terlihat seperti membacakan riwayat hidup. Itu beda. Itu semua sudah ada di dalam CV (Curriculum Vitae). Hal yang harus kamu lakukan adalah berikan informasi-informasi yang tegas dan menarik serta tunjukkan mengapa kamu layak mendapatkan pekerjaan tersebut.

jika kamu disuguhkan dengan pertanyaan seperti itu kamu dapat memulai dengan 2 sampai 3 pencapaian atau pengalaman terbaik kamu dan tutup dengan pengalaman terakhir yang membuat kamu memiliki status, pekerjaan atau jabatan kamu saat ini.

“Apa kekurangan dan kelebihan anda?”
Jika kamu ditanyakan pertanyaan seperti ini oleh HRD, jawablah dengan jujur dan secara tidak berlebihan. Untuk menjawab kekurangan, sebaiknya kamu jangan mengungkapkan yang dampaknya fatal, ungkapkan kekurangan yang memang masih bisa ditolerir. Selain itu sisipkan solusi di tengah kekurangan yang kamu miliki. Saat kamu menjelaskan kekuranganmu, kamu harus bisa meyakinkan bahwa kamu akan berusaha untuk tidak melakukan hal tersebut.

Untuk menjawab kelebihan, jangan pernah kamu mengarang jawaban. Kamu hanya perlu menjawab dengan apa adanya. Karena jika pihak HRD mengetahui kalau kamu mengarang, otomatis kamu tidak akan diterima di tempat kerja tersebut.

“Kenapa kami harus mempekerjakan anda?”
Mungkin pertanyaan ini terlihat lugas dan tidak macam-macam. Tapi percayalah, ketika pertanyaan ini mulai muncul dari mulut HRD, kamu beruntung. Mengapa begitu? Karena ini adalah waktu yang tepat untuk kamu menunjukkan skill pada HRD atau sang pewawancara.

Pastikan kamu memberikan jawaban yang mencakup hal berikut: kamu bukan hanya bekerja saja tapi kamu juga dapat memberikan hasil yang terbaik, kamu mudah beradaptasi dengan tim baru dan dengan budaya kerja, serta kamu yakin bahwa kamu merupakan pilihan terbaik dibanding dengan kandidat yang lain.

“Apakah anda lebih senang bekerja dalam team atau seorang diri?”
Sang pewawancara pasti ingin mengetahui kamu lebih suka bekerja dalam team atau seorang diri saja. Salah satu contoh yang bisa kamu jawab adalah:

“Tergantung pada pekerjaan yang harus saya selesaikan. Meskipun saya lebih senang bekerja sendiri, saya dapat bekerja dalam tim.”

Jawaban tersebut terkesan netral. Karena dengan jawaban tersebut kamu terlihat seperti dapat bekerja di dalam team dan dapat bekerja sendiri juga.

“Bisakah anda bekerja di bawah tekanan?”
Setiap karyawan pasti selalu memiliki tekanan dalam pekerjaan yang sedang ia lakukan, namun itu kembali kepada orang itu sendiri. Ada beberapa orang yang memang bisa bekerja dibawah tekanan namun ada pula yang tidak bisa.

Maka dari itu terdapat HRD yang menanyakan hal ini kepada calon karyawannya. Jika kamu ditanya mengenai pertanyaan tersebut, kamu bisa menjawabnya seperti ini:

“Ya. Selama ini bisa mengatasi tekanan pekerjaan saya. Selain itu, saya pikir tekanan bisa memberikan hasil yang positif bagi saya karena saya bisa mengeluarkan potensi, inisiatif, dan keterampilan saya untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.”

“Apakah anda pernah terlibat konflik di pekerjaan lama?”
Sang pewawancara ingin mencari tahu bagaimana kamu menghadapi konflik. Maka yakinkan sang pewawancara bahwa kamu bisa menghadapi segala bentuk situasi dengan terkendali serta secara profesional dan produktif. Ada baiknya kamu menutup jawabanmu dengan sesuatu yang happy ending sebagai solusi dari permasalahan tersebut.

“Kenapa anda berhenti dari pekerjaan lama anda?”
Jika ini bukan wawancara untuk pekerjaan pertamamu, maka bisa dipastikan pertanyaan ini pasti akan muncul dari sang pewawancara. Intinya, usahakan semua tetap positif. Tidak ada gunanya menebar aura negatif tentang kantor lamamu. Sebaliknya, sampaikan bahwa kamu berniat untuk memulai perjalanan baru dengan kesempatan baru.

"Karena saya yakin, saya bisa mendapatkan banyak kesempatan baru di karir saya selanjutnya dan bukan di perusahaan lama saya," adalah salah satu jawaban paling bijak untuk pertanyaan ini. Kalau memang kamu diberhentikan atau di-PHK dari kantor lama, jawab saja sejujurnya. Kamu tidak perlu mengarang atau berbohong.

“Apa rencanamu 5 tahun ke depan?”
Kalau HRD menanyakan pertanyaan seperti ini, ia menginginkan calon karyawannya kerja bukan dalam waktu bulanan saja. HRD membutuhkan calon karyawan yang mampu bertahan lama di perusahaan tersebut. Nah untuk menjawab pertanyaan seperti itu, kamu bisa menjawab dengan jawaban yang realistis saja. Tidak perlu berekspektasi yang terlalu tinggi, karena justru itu akan terlihat seperti angan-angan saja.

“Berapa gaji yang kamu inginkan?”
Agar kamu bisa menjawab pertanyaan seperti ini, ada baiknya kamu melakukan riset terlebih dahulu mengenai kisaran gaji untuk posisi yang kamu lamar. Kamu dapat mengajukan nominal dalam bentuk range. Tentukan range yang masuk akal, sesuai dengan latar belakang pendidikan serta pengalaman dan skill yang kamu miliki. Kemudian, pastikan sang pewawancara tahu bahwa kamu bisa lebih terbuka untuk melakukan negosiasi. Sampaikan bahwa kamu tahu skill-mu sangat berharga dan kamu layak untuk mendapatkan gaji yang berkisar segitu.

“Apakah Anda berencana menikah (memiliki anak-bagi yang sudah menikah) dalam waktu dekat?”
Pertanyaan-pertanyaan soal status keluarga, gender, agama, usia atau yang lainnya yang bersifat pribadi sebenarnya terkadang tidak berarti apa-apa. Mungkin si pewawancara ingin berbicara lebih banyak denganmu.

Jika tipe pertanyaan seperti ini muncul, ada baiknya untuk menjawab dengan santun dan mengembalikan topik pembicaraan ke arah semula. "Saya belum bisa memastikan ke depannya. Tapi rencana itu selalu ada. Saya lebih tertarik untuk membahas jalur karir di perusahaan ini. Bisakah Anda memberitahu saya lebih banyak perihal ini?”

“Ada pertanyaan?”
Jika HRD menawarkan pertanyaan seperti ini, inilah saat yang tepat untuk kamu mencari tahu lebih banyak soal perusahaan dan posisi yang kamu inginkan. Mungkin untuk informasi yang lebih umum sudah dijelaskan saat wawancara berlangsung. Cobalah menanyakan hal-hal yang lebih spesifik, misalnya, "Apa yang membuat Anda senang bekerja di kantor ini?" atau "Seperti apa pencapaian terbaru perusahaan ini?"